Kamis, 19 Oktober 2017

Warga Gunungsitoli Temukan Air Mineral Kemasan Berlumut dan Berbau

Kamis, 12 Oktober 2017 11:51
Beri Rating Berita Ini
(0 votes)

Gunungsitoli(MedanPunya) Yasi Gulo (39), warga Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, tak menyangka menemukan air minum dalam kemasan (AMDK) yang mengandung lumut, berbau dan terasa hambar setelah diminum. Dia mengaku perutnya teras mual usai meminum air tersebut.

"Kualitas air mineral dalam kemasan yang banyak dijual di Kota Gunungsitoli, nampaknya perlu dipertanyakan kelayakannya. Saya bersama beberapa warga yang membeli air mineral dalam kemasan menemukan air mineral tak layak untuk dikonsumsi," kata Yasi Gulo, warga Gunungsitoli, Kamis (12/10).

Padahal, kata Yasi, ia kerap membeli air mineral dalam kemasan dan belum pernah menjumpai air seperti ini.

Yasi pun memeriksa botol air mineral dengan merek Aquas itu. Permukaan luar agak kasar, airnya berbau. Bahkan di dalam air terdapat lumut kuning, tanpa ada kode produksi, tanpa ada tanggal kedaluarsa. Di kemasan air mineral tersebut terdapat tulisan, "Diproduksi oleh AQUANIAS SUMUT – INDONESIA, netto 220 mililiter, SNI 01-3553-2006, BPOM RI MD. 2655020011231".

Ada banyak air mineral dalam kemasan yang dijual di sejumlah kedai dan lapak-lapak. Namun air mineral yang dibelinya dengan merek Aquas mengandung jentik nyamuk. Terutama air dalam kemasan galon.

"Kami meminta dengan segera Pemerintah Kota Gunugsitoli, terutama Kepala Dinas Kesehatan Kota Gunungsitoli bersama BPOM melakukan pengawasan. Harus turun ke lapangan, datangi seluruh perusahaan pengemasan AMDK. Jangan sampai banyak di antara mereka yang memang tidak layak," harap Yasi.

Hal yang sama juga dialami Eben Harefa, salah seorang warga Gunungsitoli. Eben mengaku juga mendapati air mineral dalam kemasan tersebut kotor dan berwarna kuning yang diduga lumut. Beruntung dirinya belum mnium air tersebut.

"Iya, saya mendapati AMDK yang dijual di kedai orangtua saya. Saat itu, kami langsung mengasingkan satu kotak AMDK agar tidak dikonsumsi pembeli, meskipun mengalami kerugian. Saya tidak tahu apa penyebabnya," jelas Eben, Kamis (12/10).

Dikonfirmasi terpisah, salah seorang pengelola air minum dalam kemasan merek Aquas, Efi, membantah telah memproduksi AMDK tidak layak seperti yang disampaikan kepadanya.

”Kami tidak ada memproduksi sejenis itu,” tegasnya kepada sejumlah awak media.

AMDK yang mereka produksi biasanya memiliki masa kedaluarsa selama setahun.

Terkait adanya kotoran berupa lumut di dalam air mineral, Efi mengatakan itu karena kesalahan para penjual dalam merawatnya.

”Ya, itu kesalahan mereka dalam merawat air minum itu,” kata Efi.***kps/mpc/bs

Dibaca 37 Kali