Minggu, 17 Desember 2017

132 Juta Pengguna Internet Indonesia, 40% Penggila Medsos

Rabu, 27 September 2017 11:52
Beri Rating Berita Ini
(0 votes)

MedanPunya - Laporan Tetra Pak Index 2017 yang belum lama diluncurkan, mencatatkan ada sekitar 132 juta pengguna internet di Indonesia. Sementara hampir setengahnya adalah penggila media sosial, atau berkisar di angka 40%.

Angka ini meningkat lumayan dibanding tahun lalu, di 2016 kenaikan penguna internet di Indonesia berkisar 51% atau sekitar 45 juta pengguna, diikuti dengan pertumbuhan sebesar 34% pengguna aktif media sosial. Sementara pengguna yang mengakses sosial media melalui mobile berada di angka 39%.

Mengusung tema 'The Connected Consumer', edisi ke-10 dari Tetra Pak Index ini memang menggali lebih jauh dunia digital dan konsumen online.

Kembali ke 2017, Tetra Pak Index juga mengungkap bahwa tercatat ada lebih dari 106 juta orang Indonesia menggunakan media sosial tiap bulannya. Di mana 85% di antaranya mengakses sosial media melalui perangkat seluler.

"Pengguna internet di Indonesia didominasi oleh generasi millennial dan generasi Z; generasi yang lahir di era digital, dimana smartphone dan belanja online sudah menjadi bagian dari keseharian mereka. Brand yang ingin terlibat dengan konsumen yang serba terhubung ini perlu memahami hal apa yang mendorong mereka, dan bagaimana menciptakan pengalaman menarik bagi brand, yang bisa dirasakan baik secara online dan offline," ujar Gabrielle Angriani, Communications Manager Tetra Pak Indonesia, dalam keterangannya.

"Sosial media memiliki pengaruh besar dalam pertumbuhan bisnis, khususnya bisnis berbasis online di Indonesia. Konten buatan pengguna (user generated content) menjadi semakin penting pada era digital sekarang, yang menyumbang 65% waktu penggunaan media untuk rata-rata konsumen secara global. Selain itu, ulasan konsumen independen menjadi hal kedua terpenting yang dapat mempengaruhi proses pemasaran suatu produk. Mengacu pada Tetra Pak Index 2017, Super Leader --istilah yang diberikan untuk influencer dengan engagement tinggi-- juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi penetrasi brand di pasar," imbuhnya.

Super Leader merupakan konsumen terhubung yang paling aktif dan berpengaruh secara global dan 98% mengatakan bahwa mereka 'terus terhubung' sepanjang hari.

Tersebar di seluruh dunia dan memiliki porsi sebesar 7% (atau sekitar 250 juta dari 3,6 milliar konsumen yang terhubung secara global) dari jumlah total populasi online, Super Leader biasanya adalah pengadopsi paling awal, influencer, dan juga trendsetter.

Super Leader biasanya akan melakukan posting komen dan gambar atau foto, dengan tujuan untuk menceritakan pengalaman mereka. Konsumen yang terhubung biasanya akan lebih mempercayai mereka dibandingkan dengan konten marketing, khususnya menyangkut hal-hal terbaru dan menarik untuk dicoba atau dirasakan.

Hasil temuan Tetra Pak Index 2017 juga menunjukkan bahwa kemasan memiliki peran penting untuk menjadi pintu gerbang bagi keterlibatan konsumen yang lebih luas. Sebagai contoh, kode digital yang dicetak pada kemasan dapat meningkatkan transparansi penelusuran suatu produk, yang memungkinkan konsumen untuk mengakses informasi tentang produk tersebut.

Kemasan saat ini dapat diubah menjadi platform informasi dua arah, di mana brand dapat menangkap data spesifik dan berharga tentang konsumen mereka, juga berbagi informasi lebih banyak tentang produk itu sendiri.

"Di Tetra Pak, kami menginisiasi penggunaan teknologi digital baru seperti augmented reality dalam kemasan kami untuk membantu brand memikat dan terhubung dengan konsumen generasi baru ini," kata Wibisono, Marketing Director Tetra Pak Indonesia.***dtc/mpc/bs